Pernahkah kamu mendengar suara dalam dirimu yang berkata, “Kamu tidak cukup baik,” atau “Kenapa kamu selalu gagal?”
Mungkin kamu sering kali merasa kesal dengan dirimu sendiri karena tidak bisa memenuhi ekspektasi atau merasa tidak pantas mendapatkan kebahagiaan. Jika ini sering terjadi, kamu tidak sendirian.
Suara-suara negatif dalam diri kita, atau yang biasa disebut self-talk, mempengaruhi bagaimana kita memandang diri sendiri dan berinteraksi dengan dunia. Sebagian besar dari kita sering kali terjebak dalam percakapan internal yang merugikan, yang justru memperburuk kesehatan mental dan memperlemah penerimaan diri. Namun, tahukah kamu bahwa kita bisa mengubah percakapan internal ini untuk meningkatkan kesehatan mental kita?
Kenapa sih kita harus self talk?
Self-talk adalah percakapan yang kita lakukan dengan diri sendiri—baik secara sadar maupun tidak sadar. Terkadang, kata-kata yang kita ucapkan dalam pikiran kita bisa sangat membangun dan memotivasi, tetapi sering kali, kita juga terjebak dalam kata-kata yang menghancurkan atau merendahkan diri.
Menurut Dr. Shad Helmstetter, dalam bukunya What to Say When You Talk to Yourself, pikiran kita memiliki kekuatan besar untuk membentuk perasaan, sikap, dan perilaku kita. Jika kita terus-menerus berkata kepada diri sendiri bahwa kita tidak cukup baik, kita bisa mulai percaya hal tersebut, bahkan jika itu tidak benar. Sebaliknya, jika kita mengganti percakapan tersebut dengan kata-kata yang lebih positif dan mendukung, kita bisa merasakan perubahan dalam cara kita memandang diri sendiri dan dunia di sekitar kita.
Self-talk yang negatif sering kali terjadi secara otomatis, terutama saat kita merasa tertekan atau cemas. Namun, kita tidak harus mengikuti alur negatif ini. Dengan latihan dan kesadaran, kita bisa mulai mengubah percakapan internal kita menjadi lebih mendukung dan positif. Ini adalah langkah pertama dalam merawat kesehatan mental kita.
Self-compassion atau kasih sayang pada diri sendiri adalah konsep penting dalam proses ini. Dr. Kristin Neff, peneliti dan ahli di bidang kesehatan mental, menjelaskan bahwa kita bisa belajar untuk berbicara dengan diri kita sendiri dengan cara yang sama seperti kita berbicara dengan seorang teman yang sedang berjuang. Daripada menghakimi dan mengkritik, kita bisa memilih kata-kata yang lebih penuh kasih, seperti, “Ini sulit, tetapi aku berusaha, dan itu cukup.”
Self-talk yang positif dapat berperan besar dalam proses penerimaan diri. Ketika kita mulai berbicara dengan diri kita secara penuh kasih dan tanpa menghakimi, kita memberi ruang bagi diri kita untuk menerima kelemahan dan kekurangan. Ini membantu kita untuk merasa lebih tenang, lebih percaya diri, dan lebih menerima diri kita yang sebenarnya.
Terkadang, kita merasa sulit untuk menerima diri kita karena kritik atau standar yang terlalu tinggi yang kita tetapkan untuk diri sendiri. Namun, dengan mengubah self-talk kita menjadi lebih lembut dan penuh pengertian, kita memberi izin untuk diri kita untuk tidak sempurna, dan itu adalah langkah penting dalam kesehatan mental yang lebih baik.
Bagaimana cara kita memulai mengubah percakapan internal kita? Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa membantu:
Kenali Pola Negatif : Langkah pertama adalah mengenali kapan kita mulai berbicara negatif pada diri sendiri. Apakah itu terjadi ketika kita gagal? Ketika kita merasa cemas? Menyadari pola-pola ini adalah awal dari perubahan.
Ganti dengan Kata-kata yang Mendukung : Ketika kamu mulai berpikir negatif, cobalah menggantinya dengan kata-kata yang lebih positif dan penuh kasih. Misalnya, ganti “Aku selalu gagal” dengan “Ini adalah kesempatan untuk belajar dan tumbuh.”
Gunakan Self-Compassion : Ingatlah untuk berbicara dengan dirimu sendiri seperti kamu berbicara pada sahabat terdekat. Berikan dukungan dan kasih sayang tanpa menghakimi.
Latihan Setiap Hari : Self-talk yang positif memerlukan latihan terus-menerus. Cobalah melatihnya setiap hari dengan berbicara positif pada diri sendiri, baik itu di pagi hari atau ketika menghadapi tantangan.
Mari kita coba lebih mengenal diri dan refleksikan bersama:
Apa saja kata-kata negatif yang sering kamu ucapkan kepada dirimu sendiri? Bagaimana itu mempengaruhi kesehatan mentalmu?
Bagaimana kamu bisa mengubah percakapan tersebut menjadi lebih positif dan mendukung diri?
Apa langkah pertama yang bisa kamu ambil hari ini untuk memulai percakapan positif dengan dirimu sendiri?
Self-talk adalah alat yang sangat kuat dalam proses penerimaan diri dan kesehatan mental. Dengan berbicara dengan diri kita sendiri dengan cara yang penuh kasih, kita bisa mulai mengubah cara kita memandang diri kita dan dunia di sekitar kita. Menerima diri kita dengan segala kekurangan dan kelebihan adalah langkah penting dalam merawat kesehatan mental.
Jadi, mulai sekarang cobalah beri waktu untuk berbicara dengan diri sendiri dengan penuh pengertian. Kamu layak mendapatkan kata-kata yang membangun, bukan hanya kritik yang merendahkan. Ingatlah, perjalanan menuju penerimaan diri dan kesehatan mental yang lebih baik dimulai dengan percakapan yang baik dengan diri sendiri.
Referensi:
- Helmstetter, S. (1986). What to Say When You Talk to Yourself.
- Neff, K. (2011). Self-Compassion: The Proven Power of Being Kind to Yourself.
- Brach, T. (2003). Radical Acceptance: Embracing Your Life with the Heart of a Buddha.
Teman Bila juga bisa dengarkan di Spotify di bawah ini !
