Kita sering diajarkan untuk melakukan apa yang kita cintai.
Tapi di dunia nyata, tidak semua orang punya kemewahan itu. Banyak dari kita justru belajar untuk mencintai apa yang dilakukan, meski itu bukan pilihan hati sejak awal.
Lalu, mana yang lebih baik? Mana yang lebih sehat untuk mental kita?
Bekerja atau belajar di bidang yang sesuai passion memang bisa memberikan kepuasan dan rasa makna. Kita merasa “hidup”, termotivasi, dan lebih tahan banting menghadapi tantangan.
Namun menurut Cal Newport, penulis So Good They Can’t Ignore You, banyak orang keliru menyangka bahwa passion akan otomatis membawa kebahagiaan. Nyatanya, passion juga butuh kerja keras dan kadang bisa berubah.
Dan jika tidak hati-hati, kita bisa terjebak dalam tekanan untuk “harus selalu bahagia” dengan apa yang kita cintai, lalu merasa bersalah saat lelah atau bosan.
Di sisi lain, banyak orang menemukan kedamaian justru dengan mencintai pekerjaan atau rutinitas yang awalnya “biasa saja”. Mereka mengembangkan makna dalam proses, menemukan sisi menarik di balik hal-hal yang awalnya tidak tampak istimewa.
Penelitian dari Yale School of Management menyebutkan bahwa seseorang bisa merasa lebih bahagia dan sehat secara psikologis ketika mampu memaknai pekerjaannya apapun bentuknya.
Ini bukan berarti pasrah Teman Bila.
Tapi tentang kemampuan untuk membangun sense of purpose di tempat yang kita pijak sekarang. Dan itu adalah bentuk kedewasaan yang sangat berharga.
Melakukan hal yang kamu cintai, atau sedang belajar mencintai hal yang kamu lakukan kesehatan mental tetap butuh dukungan dari penerimaan diri. Tidak semua fase hidup terasa ideal, tidak semua mimpi langsung terwujud, tapi itu tidak membuatmu gagal.
Mari kita refleksikan bersama:
Saat ini, kamu lebih banyak melakukan hal yang kamu cintai atau mencintai hal yang kamu lakukan?
Jika kamu tidak bisa mengubah apa yang kamu kerjakan hari ini, apa yang bisa kamu ubah dari cara memaknainya?
Apakah kamu memberi cukup ruang pada dirimu untuk tetap belajar dan berkembang tanpa harus selalu sempurna?
Maka, melakukan yang kamu cintai memang indah. Tapi, perlu di sadari mencintai yang kamu lakukan juga bisa menghadirkan ketenangan.
Tidak ada jalan yang sepenuhnya benar atau salah yang ada hanyalah caramu memaknai dan merawat dirimu dalam prosesnya. Karena di situlah letak kesehatan mental yang sesungguhnya bukan dari situasi yang sempurna, tapi dari cara kita menerima dan menyikapinya dengan bijak.
Referensi:
- Newport, C. (2012). So Good They Can’t Ignore You.
- Yale Center for Emotional Intelligence (2019). Job Crafting and Finding Purpose at Work.
- Neff, K. (2011). Self-Compassion: The Proven Power of Being Kind to Yourself.
Teman Bila juga bisa dengarkan di Spotify di bawah ini !
