Banyak orang bilang, “Yang penting pilih jurusan sesuai passion.”
Tapi setelah benar-benar menjalaninya, ternyata pertanyaannya gak selesai di situ.
Justru setelah memilih jurusan yang kita suka, muncul kebingungan baru:
“Aku harus mulai dari mana, ya?”
Kamu sudah merasa ini jalanmu. Kamu suka hal-hal yang kamu pelajari. Tapi tetap saja kadang muncul rasa cemas:
“Apa aku cukup kompeten?”
“Gimana kalau nanti gagal?”
“Kalau aku suka, tapi gak jago-jago amat, gimana?”
Dan itu semua sangat wajar.
Memilih jurusan yang sesuai minat memang langkah awal yang sangat baik—itu memberi kita motivasi alami untuk belajar dan bertahan. Tapi passion bukan jaminan semuanya akan berjalan mulus.
Dalam praktiknya, kamu tetap butuh proses: belajar hal baru yang kadang membingungkan, menghadapi tugas yang menantang, bahkan bersaing dengan orang-orang yang juga luar biasa.
Kalau kamu merasa tidak langsung hebat di bidang yang kamu suka, itu bukan berarti kamu salah pilih. Itu berarti kamu masih di awal perjalanan.
Bingung mau mulai dari mana dulu?
Langkah pertama yang sering terlupa adalah penerimaan diri—bahwa kamu tidak harus langsung ahli hanya karena kamu suka.
Menurut Dr. Kristin Neff, orang yang punya self-compassion lebih tahan menghadapi tantangan dan tidak mudah putus asa. Artinya, jika kamu bisa memeluk proses belajar—dengan jatuh bangunnya—kesehatan mentalmu akan lebih terjaga.
Salah satu hal yang bikin kita ragu memulai adalah karena kita melihat orang lain yang terlihat sudah “lebih jauh”. Padahal, kita gak tahu mereka mulai dari mana, atau apa yang mereka hadapi di balik layar.
Kamu hanya perlu fokus pada satu hal: melangkah.
- Mulai eksplor topik yang kamu suka lewat video, buku, atau komunitas
- Ikut proyek kecil-kecilan, gak harus sempurna
- Temui orang-orang yang satu bidang, dengar cerita dan pengalaman mereka
Langkah kecil lebih baik daripada menunggu langkah sempurna yang gak pernah datang.
Dan tanga lupa tanyakan kesiapan dirimu:
- Apa alasan awal kamu memilih jurusan ini? Masihkah kamu ingat rasa semangat itu?
- Hal apa dari bidangmu yang membuatmu ingin terus belajar, walaupun sulit?
- Jika kamu berhenti membandingkan diri dengan orang lain, apa langkah kecil yang bisa kamu ambil hari ini?
Passion bukan berarti jalan yang selalu mulus. Justru karena kamu menyukainya, kamu akan lebih rela bersabar, lebih gigih saat jatuh, dan lebih bisa belajar dari kesalahan.
Yang penting bukan mulai dari mana. Tapi berani memulai meski dengan langkah kecil, walau belum percaya diri, sambil terus menerima diri sendiri apa adanya.
Karena kamu tidak harus jadi luar biasa dulu untuk memulai. Tapi kamu harus memulai untuk bisa jadi luar biasa.
Referensi:
- Neff, K. (2011). Self-Compassion: The Proven Power of Being Kind to Yourself
- Duckworth, A. (2016). Grit: The Power of Passion and Perseverance
- Harvard Business Review. (2020). Why Passion Alone Isn’t Enough – and What to Do About It
Teman Bila juga bisa dengarkan di Spotify di bawah ini !
