Terkadang, kita merasa hidup ini penuh dengan tekanan. Dari pekerjaan yang nggak ada habisnya, masalah pribadi, sampai ekspektasi dari orang sekitar yang nggak selalu bisa kita penuhi. Banyak di antara kita yang merasa harus selalu terlihat kuat dan sempurna di luar, padahal sebenarnya kita sedang menanggung banyak beban di dalam hati.
Nah, di sinilah pentingnya untuk sadar bahwa keluh itu juga perlu, lho.
Menyuarakan perasaan bukan tanda kelemahan, justru itu adalah bagian dari proses merawat kesehatan mental diri. Semua yang dilalui terkadang terasa sangatlah berat. Hal-hal ringan pun mejadi sulit untuk di jalani.
Pernah nggak sih, kamu merasa lelah tapi nggak tahu kenapa?
Kadang kita terlalu fokus pada kewajiban yang harus diselesaikan sampai lupa memberi perhatian pada diri sendiri.
Salah satu hal yang sering bikin kita tertekan adalah perasaan bahwa kita harus selalu tampil sempurna. Kita melihat orang lain yang sepertinya punya segalanya, dan akhirnya kita merasa nggak cukup. Padahal, setiap orang punya jalan hidup dan tantangan sendiri. Penerimaan diri menjadi kunci untuk mengurangi perasaan negatif.
Penerimaan diri bukan berarti kita nggak berusaha untuk berkembang, ya. Tapi lebih ke menerima bahwa kita adalah manusia dengan kekurangan dan kelebihan. Kita nggak perlu selalu tampak kuat atau selalu berhasil. Kita punya hak untuk merasa lelah, merasa cemas, atau bahkan kecewa. Itu semua bagian dari menjadi manusia.
Jangan pernah merasa malu atau bersalah ketika kamu merasa ingin mengeluh. Mengungkapkan perasaan itu adalah cara kita untuk melepaskan ketegangan yang ada di dalam. Keluh atau curhat bukan berarti kita lemah, justru itu bisa jadi langkah awal untuk merawat kesehatan mental kita. Mengungkapkan perasaan kepada orang lain atau bahkan menulisnya di jurnal bisa membantu kita untuk lebih menerima diri sendiri dan mengurangi perasaan tertekan.
Tapi, tentu saja, penting untuk tetap mencari solusi setelah kita mengungkapkan keluhan. Keluh itu bukan untuk terus berlarut-larut, tapi untuk menyadari bahwa kita butuh istirahat, butuh dukungan, dan butuh waktu untuk memulihkan diri.
Pernahkah Kamu Merasa Perlu Untuk Mengeluh?
Coba kita refleksikan bersama:
Kapan terakhir kali kamu merasa ingin mengeluh, dan apakah kamu merasa bebas untuk mengungkapkannya tanpa merasa bersalah?
Apa yang sering membuat kamu merasa tertekan? Apakah kamu sudah memberi waktu untuk diri sendiri agar bisa meresapi perasaan tersebut?Bagaimana cara kamu menerima diri kamu saat merasa tidak sempurna atau mengalami kegagalan?
Keluh itu manusiawi dan penting untuk kesehatan mental kita. Saat kita merasa tertekan, cemas, atau kelelahan, memberi ruang untuk mengungkapkan perasaan adalah langkah pertama untuk menghadapinya. Jangan takut untuk mengeluh, tetapi juga jangan lupa untuk merawat diri dan mencari solusi agar bisa kembali merasa seimbang.
Jadi, penerimaan diri ialah menerima segala kekurangan dan ketidaksempurnaan. akan cara untuk menjaga kesehatan mental yang lebih baik. Jadi, kapan terakhir kali kamu memberi ruang untuk mengeluh dengan tenang?
Referensi:
- American Psychological Association (APA). (2022). The Importance of Emotional Expression for Mental Health. https://www.apa.org
- Neff, K. D. (2011). Self-Compassion: The Proven Power of Being Kind to Yourself. William Morrow Paperbacks.
- Gilbert, P. (2010). The Compassionate Mind: A New Approach to Life’s Challenges. New Harbinger Publications.
Teman Bila juga bisa dengarkan di Spotify di bawah ini !
