Tidak Apa-Apa Menjadi Tidak Baik-Baik Saja

Kadang, kita merasa harus selalu baik-baik saja, karena takut dianggap lemah atau nggak cukup kuat. Tapi, tahukah kamu bahwa tidak apa-apa untuk tidak baik-baik saja? Menjadi tidak baik-baik saja adalah bagian dari proses penerimaan diri dan merawat kesehatan mental.

Menjadi tidak baik-baik saja seakan menjadi hal yang tak wajar, kerap kali dihindari dan bahkan di balik menjadi baik-baik saja. Entah karena takut dibilang lemah ataupun hanya menyembunyikan hal-hal yang tidak ingin diperlihatkan. Padahal menjadi kuat tidak melulu perihal tidak pernah merasa sedih.

Seringkali menolak segala emosi yang ada dalam diri. Menganggap diri tangguh dan mampu melalui semuanya sendiri.

Kesehatan mental itu bukan cuma soal merasa bahagia atau tidak stres. Kesehatan mental yang baik adalah ketika kita bisa mengelola perasaan, menghadapi tekanan, dan menerima diri kita dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Namun, kadang-kadang, ada momen di mana kita merasa terlalu banyak beban yang harus dipikul, dan itu bisa sangat menguras energi mental kita.

Pernah nggak sih, kamu merasa nggak bisa lagi menjaga semuanya? Perasaan cemas atau kesedihan datang begitu saja tanpa alasan yang jelas, dan rasanya seperti nggak bisa menghadapinya sendirian. Ini hal yang sangat wajar kok, dan nggak ada salahnya untuk merasa seperti itu.

Tidak Perlu Selalu Baik-Baik Saja

Banyak dari kita yang sering kali terjebak dalam perasaan bahwa kita harus selalu merasa baik-baik saja. Kita harus selalu tampil sempurna, nggak boleh ada celah untuk kelemahan. Tapi kenyataannya, hidup itu nggak selalu mulus. Ada kalanya kita merasa terjatuh, kecewa, atau bahkan bingung tentang arah hidup, dan itu tidak apa-apa.

Penerimaan diri berarti memberi izin pada diri kita untuk merasakan perasaan apapun, termasuk perasaan nggak baik-baik saja. Ketika kita bisa menerima bahwa kita nggak selalu harus sempurna, kita menjadi lebih mudah untuk merawat kesehatan mental kita. Menjadi tidak baik-baik saja adalah tanda bahwa kita butuh perhatian lebih pada diri sendiri, dan ini adalah langkah pertama untuk merasa lebih baik.

Mengapa Tidak Apa-Apa Menjadi Tidak Baik-Baik Saja?

Seringkali, kita merasa takut untuk mengakui perasaan kita yang nggak baik-baik saja. Kita khawatir dianggap lemah atau nggak cukup kuat. Padahal, kenyataannya mengakui perasaan tersebut justru bisa jadi langkah pertama untuk sembuh. Saat kita mengakui bahwa kita merasa tertekan atau cemas, kita memberi ruang untuk diri kita sendiri untuk merawat kondisi mental.

Menurut American Psychological Association (APA), merawat kesehatan mental itu sangat penting untuk kualitas hidup yang baik. Hal ini termasuk menerima dan memberi ruang bagi perasaan negatif kita, alih-alih menekannya atau mencoba untuk melarikan diri darinya. Ini bukan berarti kita menyerah, tetapi justru menunjukkan bahwa kita sedang berusaha untuk menjadi lebih kuat dengan menerima kondisi diri kita apa adanya.

Coba kita relaksasikan diri dan tanyakan pada dirimu:

Kapan terakhir kali kamu merasa tidak baik-baik saja? Apa yang kamu lakukan untuk merespons perasaan itu?

Apakah kamu merasa kesulitan untuk mengakui bahwa kamu sedang tidak baik-baik saja? Apa yang membuat kamu merasa seperti itu?

Bagaimana cara kamu menerima diri ketika perasaanmu tidak sesuai dengan ekspektasi diri sendiri atau orang lain?

Jadi, kapan terakhir kali kamu memberi izin pada dirimu untuk merasa tidak baik-baik saja dan merawat diri dengan kasih sayang?

Maka jangan takut untuk menjadi tidak baik-baik saja, itu hal yang wajar dalam perjalanan hidup. Ketika kita bisa menerima bahwa kita merasa lelah, cemas, atau bahkan sedih,. Kita memberi ruang untuk diri kita sendiri untuk merasa lebih baik. Merawat kesehatan mental itu bukan soal menjadi sempurna, tapi soal memberi diri kita izin untuk tidak selalu baik-baik saja.

Referensi:

  1. American Psychological Association (APA). (2022). The Importance of Accepting Your Feelings. https://www.apa.org
  2. Neff, K. D. (2011). Self-Compassion: The Proven Power of Being Kind to Yourself. William Morrow Paperbacks.
  3. Gilbert, P. (2010). The Compassionate Mind: A New Approach to Life’s Challenges. New Harbinger Publications.

Teman Bila juga bisa dengarkan di Spotify di bawah ini !

admin

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *