Lelah Bukan Berarti Menyerah

Pernah nggak sih, kamu merasa begitu lelah, baik fisik maupun mental, sampai rasanya nggak tahu harus mulai dari mana?

Kadang, kita merasa seperti terus berlari tanpa tujuan yang jelas, dan semua tugas serta harapan yang datang semakin membuat kita merasa terpuruk. Lelah itu manusiawi, dan yang lebih penting, lelah bukan berarti kita sudah habis. Ini justru bisa menjadi momen untuk berhenti sejenak, mengevaluasi diri, dan merawat kesehatan mental diri.

Ketika merasa lelah rasa-rasanya tidur pun tak mampu menghapus rasa lelah, beristirahat berjam-jam atau bahkan tidak melakukan apa pun. Mungkin saja sebab terlalu banyak luka batin yang terpendam di dalam diri. Mengabaikan rasa lelah yang dirasakan hingga menumpuk menjadi luka dan pada akhirnya rasa lelah seringkali menyapa.

Coba tanyakan pada dirimu, bukankah rasa lelah adalah tanda bahwa kamu butuh rehat? Bukankah sejatinya butuh ruang untuk merasa tenang?

merasa lelah mengejar yang tak tau sampai kapan, merasa gelisah atas pencapaian orang lain. Hingga lupa akan tujuan dan keinginan diri.

Kesehatan mental seringkali dianggap remeh. Padahal, kalau mental kita terganggu, dampaknya bisa besar. Kita jadi mudah cemas, cepat marah, bahkan merasa terasing dari orang-orang sekitar. Mungkin kamu pernah merasa terlalu banyak tekanan yang datang bertubi-tubi, dan tiba-tiba perasaanmu jadi sangat kacau.

Terkadang, kita merasa kalau kita harus selalu kuat dan nggak boleh terlihat lemah. Tapi, kenyataannya, setiap orang punya batasnya. Merasa lelah, bingung, atau bahkan cemas adalah hal yang sangat wajar. Tapi yang penting adalah bagaimana kita merespons perasaan itu, dan bagaimana kita memberi ruang untuk diri kita sendiri.

Salah satu hal yang sulit diterima banyak orang adalah bahwa mereka merasa harus selalu berada dalam kondisi terbaik. Padahal, kenyataannya hidup itu nggak selalu mulus. Ada kalanya kita lelah, ada kalanya kita merasa tidak cukup baik atau bahkan merasa gagal dan itu nggak apa-apa kok.

Penerimaan diri berarti kita bisa menerima segala hal baik itu kelebihan, kekurangan, atau bahkan kelemahan kita. Ketika kita bisa menerima diri sendiri dengan segala ketidaksempurnaan, kita akan lebih mudah untuk merawat kesehatan mental kita. Lelah bukan berarti kita gagal, tapi itu tanda tubuh dan pikiran kita butuh istirahat dan perhatian.

Lelah Itu Tanda Butuh Jeda, Bukan Berarti Menyerah

Lelah bukan berarti kita harus menyerah. Sebaliknya, itu adalah sinyal bahwa kita butuh waktu untuk diri sendiri. Dalam kehidupan yang penuh dengan tekanan, kita kadang lupa untuk memberi waktu untuk berhenti, menarik napas, dan mengevaluasi apa yang sudah kita lakukan. Memberi diri kita ruang untuk berhenti sejenak bukan berarti kita lemah, malah itu adalah bentuk pengelolaan diri yang bijak.

Menurut American Psychological Association (APA), istirahat mental atau memberi waktu untuk diri sendiri dapat membantu meredakan stres, meningkatkan konsentrasi, dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Jadi, jika kamu merasa lelah, beri dirimu izin untuk istirahat, tanpa merasa bersalah.

Coba kita refleksikan diri:

Kapan terakhir kali kamu merasa benar-benar lelah, baik secara fisik maupun mental? Apa yang kamu lakukan untuk merespons perasaan itu?

Apakah kamu pernah merasa takut untuk mengakui kelelahanmu karena khawatir dianggap lemah atau tidak cukup berusaha?

Apa langkah pertama yang bisa kamu ambil untuk memberi waktu istirahat pada dirimu sendiri tanpa merasa bersalah?

Lelah bukan tanda bahwa kita harus menyerah. Sebaliknya, itu adalah panggilan untuk kita lebih perhatian terhadap diri sendiri. Merasa lelah dan mengakui perasaan itu adalah bagian dari penerimaan diri yang penting dalam menjaga kesehatan mental. Jadi, mulai sekarang, jika kamu merasa lelah, ingatlah bahwa itu adalah kesempatan untuk memberi diri waktu untuk pulih.

Jadi, tidak ada salahnya untuk berhenti sejenak, merawat diri, dan kemudian melanjutkan perjalanan dengan kekuatan yang lebih besar. Jadi, kapan terakhir kali kamu memberi izin untuk dirimu berhenti sejenak?

Referensi:

  1. American Psychological Association (APA). (2022). The Importance of Taking Time for Yourself. https://www.apa.org
  2. Neff, K. D. (2011). Self-Compassion: The Proven Power of Being Kind to Yourself. William Morrow Paperbacks.
  3. Gergen, K. J., et al. (2008). Relational Being: Beyond Self and Community. Oxford University Press.

Teman Bila juga bisa dengarkan di Spotify di bawah ini !

admin

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *