Rasanya sangat melelahkan bersembunyi di balik luka, waktu berjalan begitu cepat, diri ini seakan dipacu untuk berlari tanpa henti.
Kamu pernah merasa lelah meskipun baru saja memulai hari? Atau mungkin merasa terjebak dalam rutinitas, seperti hidup berjalan begitu cepat dan kamu tidak sempat mengikutinya?
Pernah nggak sih, kamu merasa hidup ini kayak kejar-kejaran dengan waktu?
Dalam kehidupan yang terus bergerak ini, kita sering lupa bahwa kita butuh jeda. Semua serba cepat, pekerjaan nggak ada habisnya, ditambah lagi dengan ekspektasi yang terus datang dari segala arah. Kadang kita lupa kalau tubuh dan pikiran kita juga butuh istirahat.
Nah, di sinilah pentingnya untuk kita memberi diri kita jeda bukan cuma untuk tidur, tapi untuk meresapi, berhenti sejenak, dan menjaga kesehatan mental.
Jeda bukan hanya sekadar istirahat dari pekerjaan atau aktivitas fisik, tetapi juga waktu untuk mereset pikiran dan memberi ruang bagi diri untuk merasa. Ini adalah momen untuk berhenti sejenak, melihat kembali diri kita, dan memberi ruang untuk merenung sebuah waktu untuk memberi ruang bagi kesehatan mental kita.
Tidak hanya itu, jeda juga bukan cuma soal tidur atau liburan. Jeda itu tentang memberi waktu untuk diri kita menikmati hidup tanpa tekanan. Menurut American Psychological Association (APA), kita butuh waktu untuk diri sendiri untuk bisa kembali merasa seimbang, lebih produktif, dan lebih bahagia. Saat kita nggak memberi waktu untuk diri sendiri, kita bisa merasa kelelahan, stres, dan akhirnya performa kita jadi menurun.
Jadi, memberikan waktu untuk berhenti sejenak itu bukan berarti kita lemah atau malas. Justru, itu adalah cara kita untuk menjaga kualitas hidup yang lebih baik dalam jangka panjang.
Coba kita refkelsikan bersama:
Kapan terakhir kali kamu memberi diri kamu waktu untuk berhenti, hanya menikmati momen, tanpa ada gangguan atau rasa terburu-buru? Apa yang kamu rasakan setelah melakukannya?
Apakah kamu merasa kesulitan menerima diri kamu apa adanya? Kenapa bisa begitu?
Apa yang bisa kamu lakukan mulai sekarang untuk memberi ruang bagi kesehatan mental kamu?
Kalau mental kita lagi kacau, dampaknya bisa membuat tubuh kita menjadi gampang capek, perasaan yang nggak stabil, bahkan ke hubungan dengan orang lain.
Coba deh, bayangin gimana rasanya hidup terus-terusan dengan stres, merasa khawatir, atau nggak pernah merasa cukup. Rasanya pasti capek banget, kan?
Jadi, penting banget untuk kita memberi ruang untuk diri sendiri, berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia luar, supaya kita bisa lebih siap menghadapi hari-hari yang penuh tantangan.
Salah satu cara buat merawat kesehatan mental adalah dengan menerima diri kita sendiri. Bukan cuma menerima kelebihan, tapi juga kekurangan. Kita sering banget merasa tertekan karena membandingkan diri dengan orang lain. Padahal, setiap orang punya jalan hidup dan tantangan yang berbeda-beda. Penerimaan diri itu artinya kita bisa menerima siapa diri kita tanpa merasa harus menjadi orang lain atau memenuhi standar yang nggak realistis.
Maka, kita coba mulai untuk memberi izin buat diri kita sendiri untuk beristirahat dan nggak selalu merasa bersalah karena nggak produktif terus-menerus. Kadang, kita butuh waktu untuk melepaskan diri dari ekspektasi dan memberi ruang untuk menikmati hidup.
Referensi:
- American Psychological Association (APA). (2022). The Importance of Taking Time for Yourself. https://www.apa.org
- Neff, K. D. (2011). Self-Compassion: The Proven Power of Being Kind to Yourself. William Morrow Paperbacks.
- Klimecki, O. M., et al. (2014). The Impact of Compassion Training on the Regulation of Negative Emotions and the Brain’s Response to Others’ Pain. Psychological Science.
Teman Bila juga bisa dengarkan di Spotify di bawah ini !
