Tidak ada seorang pun tidak pernah bersedih, hanya saja mereka tidak berisik dan berpura-pura bersusah payah untuk tidak terlihat rapuh dan terlihat baik-baik saja.
Hidup seringkali membuat kita merasa bingung, lelah, atau kecewa. Kadang kita berharap semuanya berjalan dengan sempurna, tapi kenyataannya, ada banyak tantangan yang datang.
Nah, merawat perasaan kita sama pentingnya dengan merawat tubuh. Kalau kita bisa lebih peduli dengan perasaan, kita bisa menjaga kesehatan mental dan tetap kuat menjalani hidup.
Kesehatan mental itu nggak berarti kita selalu harus bahagia atau tidak punya masalah. Sebaliknya, kesehatan mental itu tentang bagaimana kita menghadapi perasaan-perasaan kita dari baik maupun yang buruk. Misalnya, cemas, sedih, atau kecewa itu hal yang wajar, kok.
Ketika kamu merasa tertekan atau cemas, apakah kamu langsung mengabaikan perasaan itu? Atau malah berusaha untuk berpura-pura semuanya baik-baik saja?
Mengelola perasaan adalah kunci untuk menjaga kesehatan mental, jadi jangan biarkan perasaan itu menguasai hidup kita. Kita perlu memberi waktu untuk merasakannya dan kemudian mencari cara untuk mengatasinya.
Tidak Apa-Apa Kalau Tidak Selalu Baik-Baik Saja
Penerimaan diri itu penting, loh. Ini artinya kita bisa menerima perasaan kita apa adanya, tanpa merasa harus selalu merasa baik-baik saja. Setiap orang pasti punya hari-hari di mana mereka merasa tidak nyaman, cemas, atau kecewa. Itu normal banget. Penerimaan diri bukan berarti kita berhenti berusaha atau pasrah. Tapi, ini tentang memberi ruang untuk diri sendiri ketika kita merasa lelah atau nggak punya semangat.
Ketika kamu merasa cemas tentang pekerjaan atau hubungan, itu nggak berarti kamu gagal. Itu justru tanda bahwa kamu peduli. Penerimaan diri itu belajar untuk menghadapi perasaan, merawat kesehatan mental diri dan nggak menghakimi diri sendiri.
Merawat Rasa, Merawat Asa
Merawat rasa itu berarti memberi izin pada diri kita untuk merasakan apapun, baik itu perasaan senang, sedih, atau cemas. Semua perasaan itu bagian dari kita. Sedangkan merawat asa artinya tetap menjaga harapan meski kita merasa lelah atau kecewa. Dengan merawat perasaan kita, kita memberi diri kita kesempatan untuk merasa lebih baik dan kembali kuat.
Menurut American Psychological Association (APA), salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan mental adalah dengan menerima perasaan kita tanpa menghakimi diri sendiri. Saat kita bisa menerima dan mengelola perasaan kita, kita lebih bisa menjaga keseimbangan hidup.
Coba kita sama-sama refleksikan diri:
Kapan terakhir kali kamu merasa cemas atau tertekan? Apa yang kamu lakukan untuk merawat perasaan itu?
Apakah kamu merasa sulit untuk menerima perasaan negatif yang datang dalam hidupmu? Kenapa bisa begitu?
Bagaimana kamu menjaga harapan dan motivasi meski sedang menghadapi masalah?
Maka, merawat rasa dengan asa itu penting. Ketika kita merasa tertekan atau cemas, itu hal yang wajar. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengelola perasaan tersebut dengan cara yang baik, menerima diri kita dengan segala kekurangan dan perasaan yang datang. Jadi, jangan takut untuk merasakan apapun karena itu adalah bagian dari perjalanan kita untuk tumbuh dan merasa lebih baik. Jadi, sudahkah kamu memberi ruang untuk merawat perasaanmu hari ini?
Referensi:
- American Psychological Association (APA). (2022). How to Manage Emotions and Maintain Mental Health. https://www.apa.org
- Neff, K. D. (2011). Self-Compassion: The Proven Power of Being Kind to Yourself. William Morrow Paperbacks.
- Gilbert, P. (2010). The Compassionate Mind: A New Approach to Life’s Challenges. New Harbinger Publications.
Teman Bila juga bisa dengarkan di Spotify di bawah ini !
