Hallo Masa Depan, Aku Siap Menanti Kehadirannmu?

Pernahkah kamu merasa gelisah atau cemas ketika berpikir tentang masa depan?
Kamu mungkin sudah berusaha keras, membuat rencana, dan menetapkan tujuan tapi tetap saja, rasa takut akan ketidakpastian itu datang.

Apa yang akan terjadi? Apakah aku sudah siap? Apa yang harus aku lakukan?

Kita sering kali diajarkan untuk fokus pada masa depan, membuat rencana besar, dan mengejar impian. Namun, sering kali kita lupa bahwa masa depan itu tidak datang dalam bentuk yang pasti. Masa depan adalah ruang penuh ketidakpastian, yang dapat menimbulkan rasa cemas, terutama jika kita tidak tahu apakah kita siap menghadapinya.

Lalu, bagaimana kita bisa berdamai dengan masa depan dan tetap menjaga kesehatan mental kita?

Masa depan adalah sesuatu yang selalu penuh dengan ketidakpastian. Kita bisa merencanakan banyak hal, tetapi tidak ada yang benar-benar tahu apa yang akan terjadi. Ini bisa membuat kita cemas dan merasa tidak cukup siap. Namun, ternyata, ketidakpastian ini adalah hal yang normal.

Menurut Brené Brown, seorang penulis dan peneliti di bidang keberanian, ketidakpastian adalah bagian dari kehidupan. Kita tidak bisa menghindarinya, tetapi kita bisa belajar untuk menghadapinya dengan lebih baik. Ketika kita menerima bahwa kita tidak akan pernah tahu sepenuhnya apa yang akan datang, kita mulai melepaskan beban ekspektasi yang berlebihan pada diri sendiri.

Seringkali, kita merasa tidak siap menghadapi masa depan karena kita belum merasa cukup baik. Kita merasa perlu menjadi versi terbaik dari diri kita sekarang, sebelum siap menghadapi tantangan yang datang. Namun, yang sebenarnya kita butuhkan adalah penerimaan diri yang lebih dalam.

Dr. Kristin Neff, dalam bukunya Self-Compassion, menjelaskan bahwa kesehatan mental kita sangat dipengaruhi oleh bagaimana kita memperlakukan diri sendiri. Ketika kita bisa menerima diri dengan segala kekurangan dan ketidaksempurnaan, kita tidak hanya lebih siap untuk menghadapi tantangan masa depan, tetapi juga lebih mampu untuk menikmati proses hidup itu sendiri.

Penerimaan diri berarti memberi ruang bagi kita untuk tidak merasa harus sempurna, tapi cukup dengan apa adanya.

Menghadapi masa depan bukan hanya soal kesiapan teknis atau profesional. Lebih dari itu, ini soal kesiapan mental kita untuk tetap terbuka terhadap apa yang akan datang, sambil tetap menjaga kesejahteraan kita.

Menerima ketidakpastian dan menjaga mental kita dengan baik adalah langkah penting agar kita bisa terus maju, meskipun terkadang perjalanan tidak sesuai harapan. Ini bukan soal tidak memiliki rasa takut atau cemas, melainkan soal bagaimana kita belajar menghadapinya dengan tenang dan percaya bahwa kita bisa menghadapinya.

Mari kita coba refleksikan bersama:

Apa yang kamu rasakan ketika memikirkan masa depan? Apakah rasa cemas atau rasa ingin tahu yang lebih besar?

Bagaimana cara kamu merawat kesehatan mentalmu saat menghadapi ketidakpastian atau tantangan?

Apa yang bisa kamu lakukan hari ini untuk lebih siap menerima masa depan dengan tangan terbuka?

Masa depan memang penuh ketidakpastian, dan itu wajar. Yang penting adalah bagaimana kita menyikapinya. Kesehatan mental dan penerimaan diri adalah dua hal yang sangat penting dalam menjalani setiap perubahan yang datang, dan keduanya saling melengkapi. Tidak perlu menunggu untuk menjadi “sempurna” atau “siap” sebelum menyambut masa depan. Yang penting adalah kita menerima diri kita apa adanya, sambil tetap membuka hati untuk tumbuh dan belajar.

Masa depan mungkin tidak selalu sesuai dengan rencana kita, tetapi itu adalah bagian dari perjalanan hidup yang membentuk kita menjadi lebih kuat dan lebih bijaksana.

Referensi:

  • Brown, B. (2012). Daring Greatly: How the Courage to Be Vulnerable Transforms the Way We Live, Love, Parent, and Lead.
  • Neff, K. (2011). Self-Compassion: The Proven Power of Being Kind to Yourself.
  • Ryff, C. D., & Singer, B. H. (2003). The Contours of Positive Human Health. Psychological Inquiry.

Teman Bila juga bisa dengarkan di Spotify di bawah ini !

admin

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *