IKIGAI : Terus Aktif, Jangan Pensiun

Di tengah dunia yang penuh tekanan dan cepat berubah, banyak dari kita bertanya-tanya: “Apa sebenarnya arti hidupku?” atau “Apakah aku masih berguna?”

Pertanyaan ini sering muncul ketika kita merasa mulai “melambat” entah karena usia, perubahan peran hidup, kehilangan pekerjaan, atau peralihan fase. Tapi di satu sudut dunia, tepatnya di Okinawa, Jepang, ada sebuah filosofi hidup yang bisa jadi jawabannya IKIGAI.

Ikigai secara sederhana berarti “alasan untuk bangun di pagi hari.”
Itu bukan sekadar karier, uang, atau kesuksesan. Tapi memiliki arti yang penuh makna untuk dipahami:

  1. Apa yang kamu cintai
  2. Apa yang kamu kuasai
  3. Apa yang dibutuhkan dunia
  4. Apa yang bisa memberi penghidupan

Ketika keempat elemen itu bertemu, maka konsep ikigai akan terasa memiliki tujuan yang membuat hidup terasa bermakna, bahkan di usia senja.

Awal dari pemaknaan ikigai muncul dari masyarakat Okinawa yang terkenal dengan umur panjang. Mereka, percaya bahwa “pensiun” bukanlah berhenti berkarya. Mereka tetap aktif melakukan kegiatan seperti berkebun, mengajar, membantu komunitas, atau sekadar berbincang hangat sambil membuat kerajinan.

Bukan karena mereka dikejar ambisi, tapi karena mereka punya alasan untuk tetap bergerak. Mereka tahu bahwa aktif secara mental dan sosial adalah kunci untuk menjaga kesehatan batin dan menerima diri di setiap tahap kehidupan.

Menurut penelitian dari National Geographic dan Blue Zones, salah satu faktor kunci dari kebahagiaan jangka panjang adalah memiliki rasa tujuan yang terus hidup, bahkan saat peran formal seperti “pekerja” atau “orang tua” sudah berubah.

Menerima diri tidak berarti berhenti mencoba hal baru. Justru, saat kita menerima diri sepenuhnya dengan pengalaman, usia, dan keterbatasan yang ada kita bisa menemukan kembali jati diri dan misi kecil kita di dunia ini.

Ikigai membantu kita memandang diri dengan lebih lembut, namun tetap menyalakan semangat untuk terlibat, memberi, dan merasa dibutuhkan.

Mari kita coba refleksikan diri:

  1. Apa hal kecil yang membuatmu ingin bangun pagi hari ini?
  2. Jika tidak ada tekanan uang atau penilaian sosial, apa yang ingin kamu lakukan setiap hari?
  3. Dalam hal apa kamu merasa paling “hidup”?
  4. Siapa yang bisa mendapatkan manfaat dari apa yang kamu tahu, alami, atau cintai?

Kamu tidak perlu jadi hebat untuk merasa berarti. Cukup jadi seseorang yang terus mencari arti.
Ikigai tidak datang dalam satu malam. Tapi jika kamu terus mendekatinya, kamu akan sadar bahwa hidup tak pernah benar-benar “berakhir” hanya terus berubah bentuk, dan terus bisa diisi dengan niat dan kasih.

Jadi, jangan buru-buru “pensiun” dari kehidupan. Selama kamu masih punya satu hari lagi, kamu masih bisa memberi, belajar, tertawa, dan merasa dibutuhkan.

Referensi:

  • Héctor García & Francesc Miralles (2016). Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life
  • Buettner, D. (2010). The Blue Zones: Lessons for Living Longer from the People Who’ve Lived the Longest
  • National Geographic Blue Zones Project. (2019). Secrets of Longevity in Okinawa

Teman Bila juga bisa dengarkan di Spotify di bawah ini !

admin

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *