Apa yang Harus Aku Lakukan Dulu?

Pernah nggak sih kamu merasa kayaknya hidupmu berjalan di tempat?

Mungkin kamu pernah berpikir, “Kenapa aku belum tau mau apa dalam hidup? Bukankah aku harusnya sudah lebih jelas?”

Jika iya, kamu tidak sendirian. Banyak orang merasa cemas dan bingung ketika hidup seakan stagnan. Apalagi di masa kini, di tengah tekanan sosial dan ekspektasi yang semakin besar, kebingungan tentang arah hidup sering kali memengaruhi kesehatan mental kita.

Mungkin kamu sering mendengar kalimat, “Cari passionmu!” atau “Kamu harus tahu tujuan hidupmu!”
Namun kenyataannya, banyak orang tidak menemukan jawabannya dengan mudah. Bahkan orang-orang yang tampak sudah menemukan jalannya, mereka juga terus belajar dan beradaptasi. Karena hidup itu dinamis, dan tidak selalu sesuai dengan rencana yang kita buat.

Menurut Dr. Meg Jay, seorang psikolog dan penulis buku The Defining Decade, banyak orang muda merasa terjebak di antara kebingungan dan tuntutan untuk segera menemukan arah hidup. Padahal, kebingungan itu sendiri adalah bagian dari proses pencarian jati diri, dan tidak ada yang salah dengan itu.

Terkadang, kita merasa tidak cukup baik jika belum tahu apa yang harus dilakukan. Kita cemas bahwa ketidakpastian ini akan menghalangi kita untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Namun, sebenarnya, ketidakpastian adalah hal yang sangat manusiawi.

Menurut Dr. Kristin Neff, memiliki self-compassion atau belas kasih pada diri sendiri, sangat penting untuk menjaga kesehatan mental, terutama dalam menghadapi ketidakpastian. Belas kasih pada diri membantu kita untuk berhenti menghakimi diri, menerima bahwa tidak semuanya harus sempurna, dan memberi ruang bagi kita untuk terus belajar dan tumbuh.

Satu hal yang perlu diingat Teman Bila bahwa Setiap orang punya perjalanan hidup yang unik. Mungkin bagi sebagian orang, menemukan tujuan hidup datang lebih cepat, sementara bagi sebagian lainnya, itu membutuhkan waktu lebih lama. Tidak ada patokan pasti kapan kita harus tahu “apa yang mau kita lakukan.” Yang penting adalah, apakah kita terus memberi diri kita kesempatan untuk mengeksplorasi, belajar, dan berkembang.

Ini bukan soal langsung tahu apa yang harus dilakukan, tapi lebih kepada memberi diri izin untuk mencari, mencoba, dan gagal.

Mari kita coba refleksikan bersama:

Apa yang saat ini membuatmu merasa bingung atau cemas tentang arah hidupmu?

Jika kamu tidak merasa terburu-buru untuk menemukan jawaban, apa yang bisa kamu lakukan untuk lebih menikmati proses pencarianmu?

Apa yang akan berubah jika kamu mulai menerima ketidakpastian ini tanpa merasa terbebani?

Tidak ada yang salah dengan merasa bingung. Bahkan, ketidaktahuan adalah ruang untuk pertumbuhan. Yang terpenting adalah bagaimana kita merespons kebingungan itu dengan memberi ruang untuk eksplorasi, dengan sabar menerima bahwa setiap orang berjalan dengan kecepatannya masing-masing, dan dengan tetap menjaga kesehatan mental kita di tengah perjalanan tersebut.

Kesehatan mental bukan hanya soal bagaimana kita mengatasi stres atau kebingungan, tapi juga bagaimana kita menerima ketidaksempurnaan diri dan memberi kesempatan untuk tumbuh tanpa tekanan.

Referensi:

  • Jay, M. (2012). The Defining Decade: Why Your Twenties Matter – And How to Make the Most of Them Now.
  • Neff, K. (2011). Self-Compassion: The Proven Power of Being Kind to Yourself.
  • Brown, B. (2010). The Gifts of Imperfection.

Teman Bila juga bisa dengarkan di Spotify di bawah ini !

admin

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *