Beberapa kali terjatuh, beberapa kali bangkit dan tidak jarang diri ini pun merasa lelah yang tak berkesudahan. Seringkali merasa tidak mampu menghadapi semuanya.
Kehidupan terkadang memaksa diri ini untuk berpura-pura kuat untuk melewati semuanya. Tapi, selalu dibayangi oleh ketakutan yang akhirnya menghambat diri untuk melangkah.
Hidup itu nggak selalu berjalan mulus, kan?
Kadang, kita merasa seperti menghadapi tembok besar dan masalah yang datang bertubi-tubi. keadaan diri akan perasaan kecewa yang terus menghantui, atau situasi yang membuat kita merasa terhenti.
Tapi, pernah nggak sih kamu merasa bahwa setelah kita “terbentur” oleh masalah atau kegagalan, kita justru jadi lebih kuat, lebih bijak, dan lebih tahu siapa diri kita?
Tapi kita perlu sadari, saat kita terjatuh atau terbentur, itulah saat kita mulai terbentuk menjadi versi terbaik dari diri kita.
Kadang, kita merasa terhenti sejenak ketika masalah datang bertubi-tubi, tapi itu bukan berarti kita sudah gagal. Itu adalah bagian dari proses tumbuh.
Coba kita refleksikan diri bersama:
Pernahkah kamu merasa kecewa dengan sesuatu yang tidak berjalan sesuai rencana?
Mungkin sebuah kegagalan dalam pekerjaan, hubungan, atau bahkan perasaan cemas yang datang tanpa alasan yang jelas?
Jawabannya perasaan itu sangat manusiawi, kok. Kesehatan mental yang baik adalah saat kita bisa menerima perasaan-perasaan tersebut, menghadapinya dengan bijak, dan belajar dari pengalaman.
Penerimaan diri bukan berarti kita pasrah dengan segala masalah atau kegagalan yang kita hadapi. Sebaliknya, penerimaan diri adalah saat kita bisa menerima bahwa setiap orang punya jalan hidup yang berbeda dan kadang kita harus menghadapi rintangan untuk bisa tumbuh.
Setiap “benturan” dalam hidup baik itu kegagalan, kekecewaan, atau bahkan perasaan tertekan sebagai bagian dari proses belajar. Benturan tersebut bukan untuk menjatuhkan kita, tetapi untuk mengajarkan kita sesuatu yang penting bahwa kita bisa bangkit, kita bisa belajar dari pengalaman, dan kita berharga apa adanya.
Jika kita terus berusaha untuk menerima diri kita dengan segala kekurangan, kita akan lebih mudah menghadapi masalah dan tumbuh menjadi versi yang lebih baik dari diri kita. Terbentur, kemudian terbentuk menjadi proses yang akan membentuk kita menjadi lebih kuat.
Mengapa Terbentur Itu Penting untuk Pertumbuhan?
Terkadang, kita terlalu fokus pada tujuan atau hasil akhir, sehingga kita lupa untuk memberi ruang pada diri kita untuk belajar dari setiap proses. Masalah dan kegagalan seringkali mengajarkan kita lebih banyak daripada kesuksesan. Misalnya, ketika kita gagal dalam mencapai sesuatu, itu bisa membuka pintu bagi kita untuk merenung, mengevaluasi, dan akhirnya belajar menjadi lebih baik.
Menurut American Psychological Association (APA), mengelola stres dan tantangan hidup dengan cara yang sehat adalah salah satu kunci untuk menjaga kesehatan mental. Tidak hanya itu, menerima kegagalan sebagai bagian dari hidup membantu kita untuk terus tumbuh dan berkembang.
Selain itu, coba tanyakan pada dirimmu:
Kapan terakhir kali kamu merasa “terbentur” oleh suatu masalah? Bagaimana perasaanmu saat itu, dan apa yang kamu pelajari dari pengalaman tersebut?
Apakah kamu sering merasa sulit menerima kegagalan atau masalah yang datang dalam hidup? Kenapa bisa begitu?
Apa langkah pertama yang bisa kamu ambil untuk lebih menerima diri dan belajar dari setiap “benturan” yang datang?
Terbentur bukan berarti berakhir. Justru, itu adalah bagian dari proses yang membentuk kita menjadi lebih kuat dan lebih bijaksana. Setiap masalah atau tantangan yang kita hadapi memberi kita kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan lebih menerima diri kita sendiri.
Jadi, jangan takut untuk menghadapi tantangan hidup. Ingat, setelah terbentur, kita akan terbentuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Kapan terakhir kali kamu belajar dari sebuah kegagalan atau rintangan yang kamu hadapi?
Referensi:
- American Psychological Association (APA). (2022). How to Build Resilience and Cope with Challenges. https://www.apa.org
- Neff, K. D. (2011). Self-Compassion: The Proven Power of Being Kind to Yourself. William Morrow Paperbacks.
- Seligman, M. E. P. (2011). Learned Optimism: How to Change Your Mind and Your Life. Vintage.
Teman Bila juga bisa dengarkan di Spotify di bawah ini !
