Sudahkah Kamu Mengenal Dirimu Sendiri?

Apa kabar Teman Bila hari ini?
Kadang saking sering ditanyain ini, jadi jawab dengan templet “baik” untuk sekedar menjawab saja. Tapi lupa pake hati dan jujur pada diri. Ngerasa lagi enggak baik-baik aja itu gapapa banget loh.

Pernahkah enggak sih kamu berhenti sejenak dan bertanya, “Sebenarnya, aku ini siapa?”
Bukan sekadar nama, pekerjaan, atau status sosial, tapi benar-benar melihat dirimu yang sebenar-benarnya dari apa yang kamu suka, apa yang membuatmu takut, nilai apa yang kamu pegang, dan bagaimana kamu memandang dirimu sendiri.

Di era serba cepat ini, kita terbiasa mengenal orang lain: idola di media sosial, artis favorit, bahkan rekan kerja. Tapi, ironisnya, kita sering justru asing dengan diri kita sendiri. Kita sibuk memenuhi ekspektasi, mengejar standar, hingga lupa mengenal siapa yang sedang menjalani semua itu: diri sendiri.

Padahal, mengenal diri sendiri bukan hanya soal refleksi, tapi pondasi penting untuk kesehatan mental dan penerimaan diri yang utuh.

Mulai saat ini, coba jujur sama keadaan diri yaa.
Okey, kadang kita seringkali mengesampingkan diri sendiri dan mengutamakan orang lain yaa..

Maka dari itu, dipembahasan kali ini kita akan coba perlahan untuk lebih mengenal diri sendiri nih…
sebelumnya temen BIla kalau dari angka 1-5 seberapa kenal sih temen BIla sama diri sendiri nih..

It’s okeyy gapapa, tentunya hal itu wajar dan kita bisa perbaiki dengan kita coba kenalan lagi sama diri sendiri yaaa..

Kadang dengan kita belum terlalu mengenal diri, seringkali kita kesulitan ketika ditanyakan atau diminta untuk menjelaskan diri kita. Iya enggak sih?

“Aduh aku tuh sebenernya gimana yaa”
“Ehh, sebenernya aku sukanya apa ya”
“Aku punya hobi enggak sih, perasaan aku kayaknya enggak ada hobi yang diminati”
“Aku punya keterampilan apa sih sebenerannya”
”Enggak mau ah, aku enggak bisaan orangnya”
“Bingung banget ditanya minat bakat aku apa yaaa jawabnyaa, enggak tau bingung”

Hal-hal ini, sering tanpa sadari sering terucap enggak sih?

Ini salah satu tanda bahwa kita belum kenal jauh dengan diri sendiri lohh..

Kadang karena kita sering mengutamakan orang lain ketimbang diri sendiri, sehingga sampe enggak sadar kita udah sejauh itu sama diri sendiri yaa..
Setelah, coba di pikir-pikir ternyata tantangan tersulit itu justru datang dari dalam diri, iya enggak sih?

JAWABANNYA KARENA KITA BELUM KENAL DIRI SENDIRI

Okeyy, gapapa. Kali ini kita akan coba lagi kenalan sama diri sendiri yaaa..

Self-awareness atau kesadaran diri dasar dari banyak hal dalam hidup kita—bagaimana kita membuat keputusan, membangun relasi, hingga menghadapi tekanan. Menurut Daniel Goleman, pakar kecerdasan emosional, orang yang memiliki kesadaran diri cenderung lebih stabil secara emosional, mampu mengelola stres, dan punya kontrol diri yang lebih baik.

Tanpa mengenal diri sendiri, kita mudah tersesat dalam hidup orang lain. Kita jadi rentan membandingkan diri, merasa tidak cukup, bahkan mempertanyakan arah hidup yang sedang dijalani.

Kita akan coba cara yang sederhana dulu, dengan teman Bila jawab pertanyaan ini dengan jujur ya.

Apa perasaan kamu saat ini?

Apa sesuatu yang kamu sukai?

Hal apa yang buat kamu senang?

Apa tiga hal yang paling kamu hargai dalam hidup, dan apakah kamu sudah menjalani hidup sesuai dengan nilai-nilai itu?

Kapan terakhir kali kamu merasa benar-benar nyaman menjadi dirimu sendiri, tanpa topeng atau pura-pura?

Apakah ada bagian dari dirimu yang selama ini kamu abaikan atau tolak karena takut tidak diterima?

Setelah Teman Bila jawab, itu sama halnya dengan mencoba untuk mengenal diri.
Tidak ada kata terlambat untuk mencoba mengenal diri, dengan kita sudah menyadari dan ada kemauan itu adalah progress yang sudah baik.

Hal ini disebut dengan self-knowledge, atau cara untuk memahami diri sendiri dengan berani untuk terbuka kepada diri sendiri. Mengenal diri dari keunggulana, kelemahan, maupun motivasi diri. Maka, dengan ini kita akan lebih percaya diri akan potensi diri dan rasa penerimaan diri.

Dengan teman Bila mencoba mengenal diri akan membawa akan penerimaan atas kekurangan dan kelebihan diri.
Wow, temen Bila hebat bangett. Terus dikenali yaa dirinyaaa, kamu berharga dan berhak bahagiaaa..

Ingat, mengenal dan mencintai diri sendiri itu buka EGOIS, tapi KEWAJIBAN

Mungkin kamu bertanya-tanya, “Apa tandanya aku sudah mulai mengenal diri?”
Coba kita refleksikan bersama ya..

Kamu tahu kapan butuh istirahat, bukan hanya saat tubuh lelah, tapi juga ketika pikiran mulai penat.

Kamu bisa membedakan mana keputusan yang lahir dari tekanan luar, dan mana yang murni dari dirimu sendiri.

Kamu mulai bisa menerima kritik tanpa merasa hancur, karena kamu tahu siapa dirimu sebenarnya.

Kamu menyadari bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan, dan itu tidak mengurangi nilai dirimu.

Maka, untuk mengenal diri ialah proses yang terus berkembang, tidak ada titik akhir. Kita berubah seiring waktu, pengalaman, luka, dan kebahagiaan yang datang silih berganti. Yang penting adalah keberanian untuk terus menyelami diri, memberi ruang pada rasa, dan menghargai setiap versi diri yang muncul dalam perjalanan.

Jadi, malai hari ini bukan soal apakah kamu sudah mengenal dirimu dengan sempurna. Tapi, dengan mengenali diri kita bisa tau akan kelebihan dan kekuran diri hingga perlu di sadari kamu berharga dan berhak bahagia.

Referensi:

  • Neff, K. (2011). Self-Compassion: The Proven Power of Being Kind to Yourself.
  • National Institute of Mental Health (2021). Self-Awareness and Mental Health.

Teman Bila juga bisa dengarkan di Spotify di bawah ini !

admin

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *